
Lampung Tengah – Dukungan terhadap rencana Pemerintah Kabupaten Lampung Tengah untuk mengajukan pinjaman ke PT. Sarana Multi Infrastruktur (SMI) terus mengalir.
Kali ini, datang dari salah satu putera daerah Lampung Tengah yang juga alumnus Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, Tobry Syuhada, S.IP.
Menurut Tobry, selama pinjaman tersebut ditujukan untuk kepentingan masyarakat dan mampu menjawab kebutuhan yang mendesak di lapangan, maka kebijakan tersebut patut mendapat dukungan.
Ia menekankan pentingnya kesesuaian antara perencanaan dan realita kebutuhan masyarakat.
“Jika pinjaman Pemerintah Daerah Kabupaten Lampung Tengah ke PT. Sarana Multi Infrastruktur (SMI) diperuntukkan bagi kemaslahatan umat, mengapa tidak? Yang terpenting adalah kesesuaian antara tujuan pinjaman dan kondisi lapangan,” ujar Tobry dalam pernyataannya, Kamis (17/7/2025).
Sebagai alumni ilmu pemerintahan dan pengamat kebijakan publik muda, Tobry menyoroti bahwa permasalahan infrastruktur, khususnya jalan rusak, merupakan problem krusial yang dirasakan langsung oleh masyarakat di berbagai kecamatan di Lampung Tengah.
“Urgensi masyarakat terhadap perbaikan infrastruktur jalan hari ini adalah nyata dan mendesak. Ini bukan hanya soal kenyamanan, tetapi menyangkut distribusi ekonomi, akses pendidikan, dan layanan publik lainnya,” jelasnya.
Namun demikian, Tobry juga mengingatkan agar proses pinjaman tersebut dijalankan dengan prinsip good gobernance yaitu tata kelola yang baik, transparan, dan akuntabel.
Ia mendorong agar perencanaan program yang didanai dari pinjaman benar-benar matang dan melibatkan partisipasi publik.
“Jangan sampai program pembiayaan ini hanya bersifat top-down tanpa pertimbangan kondisi lapangan yang aktual. Masyarakat harus dilibatkan, dan DPRD sebagai lembaga pengawas memiliki peran penting untuk memastikan tidak ada penyimpangan,” tegas Tobry.
Ia menambahkan, pemanfaatan instrumen pembiayaan dari lembaga keuangan seperti PT SMI merupakan langkah yang umum dilakukan oleh daerah, sepanjang mekanismenya dijalankan sesuai aturan dan untuk tujuan yang jelas.
“Hari ini banyak daerah memanfaatkan skema pembiayaan kreatif untuk mempercepat pembangunan. Kuncinya ada pada integritas, transparansi, dan komitmen untuk tidak menyalahgunakan kepercayaan publik,” tandasnya.
Sebagai putera daerah, Tobry berharap momentum ini menjadi titik balik percepatan pembangunan infrastruktur di Lampung Tengah, dengan tetap mengedepankan asas manfaat dan keberlanjutan.(*)
