
METRO – Sebanyak 400 pelajar Taman Kanak-kanak (TK) di Metro memerintahkan lomba mewarnai yang digelar Aparat Kepolisian Resort setempat setempat di Gedung Sesaat Agung Bumi Sai Wawai (GSA-BSW), Rabu (14/8/2024).
Event tersebut sebagai upaya Satuan Polisi Lalulintas (Satlantas) menanamkan rasa cinta anak-anak terhadap Polisi dan menumbuhkan rasa kebangsaan yang berideologi pancasila.
Dari informasi yang dihimpun awak media, ratusan pelajar TK tersebut berasal dari sepuluh lembaga pendidikan Taman Kanak-kanak di Metro.
Kapolres Metro AKBP Heri Sulistyo Nugroho melalui Kasat Lantas IPTU Sulkhan, SH menjelaskan bahwa event lomba mewarnai Satlantas Polres Metro tersebut merupakan kegiatan Polisi sahabat anak.
“Dapat kami sampaikan bahwa kegiatan lomba mewarnai bersama Satlantas Polres Metro ini dalam rangka giat Polisi Sahabat Anak. Alhamdulillah partisipasinya sangat luar biasa,” kata dia saat dikonfirmasi awak media, Rabu (14/8/2024).
Dalam event tersebut terdapat 400 pelajar TK yang berpartisipasi memeriahkan lomba mewarnai yang juga merupakan rangkaian peringatan HUT RI ke- 79.
‘lomba ini kami gelar dengan tujuan untuk mendidik anak-anak memahami dan mengetahui peraturan lalu lintas sehingga ketika dewasa anak-anak tersebut bisa tertib berlalu lintas. Jadi kami memperkenalkannya sedini mungkin,” ujarnya.
“Alhamdulillah ada 400 siswa siswi setingkat TK yang mengikuti perlombaan tersebut. Semua pelajar itu berasal dari Kota Metro,” imbuhnya.
Kasat juga menerangkan bahwa ratusan pelajar TK tersebut berasal dari 10 sekolah yang ada di Kota Metro. Sepuluh sekolah itu diantaranya ialah TK Bhayangkari, TK Negeri Pembina, TK ABA, TK Metro Selatan.
‘kemudian ada TK RA Purwanida, lalu ada TK Kristen, dan ada TK lestari. Selanjutnya ada juga TK PKK 2 yosodadi, kemudian ada TK Aisyiyah Metro, dan terakhir TK Negeri Pembina Utama,” terangnya.
IPTU Sulkhan menjelaskan bahwa terdapat empat tujuan utama yang diharapkan tercapai dalam event tersebut.
“Iya benar tentunya ada 4 tujuan utama yang ingin kita capai dari event ini, yang pertama itu menanamkan rasa cinta anak-anak kepada sosok Polri khususnya polisi lalu lintas,” jelasnya.
“Selain itu kita memperkenalkan aturan berlalu lintas sejak dini, kemudian event ini juga untuk menumbuhkan rasa kebangsaan yang berideologi Pancasila. Terakhir target dari capaian kita ialah menjadikan pelajar sebagai pelopor keselamatan berlalu lintas,” tambahnya.
Kasat juga mengatakan bahwa ratusan pelajar peserta event mewarnai itu memperebutkan sejumlah uang pembinaan dan trophy yang terbagi atas dua kategori perlombaan.
“Jadi untuk pemenangnya itu meraih trophy dan juga uang pembinaan. Untuk kategori Putra itu juara 1 mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp 500 Ribu dan trophy. Kemudian juara 2 mendapatkan uang pembinaan Rp 300 Ribu dan trophy lalu juara 3 mendapatkan uang pembinaan Rp 200 Ribu dan trophy,” bebernya.
“Lalu untuk kategori Putri, juara 1 itu sama mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp 500 Ribu dan trophy. Kemudian juara 2 mendapatkan uang pembinaan Rp 300 Ribu dan trophy lalu juara 3 mendapatkan uang pembinaan Rp 200 Ribu dan trophy. Selain itu juga ada kategori juara umum, juara inovatif, juara kreatif dan lain-lain,” tandasnya. (Red)
