
Lampung Tengah : Dalam upaya melestarikan cagar budaya sebagai objek wisata religi untuk mempersatukan umat dan memuliakan leluhur, Kapolres Lampung Tengah, Polda Lampung AKBP Doffie Fahlevi Sanjaya, S.I.K., M.Si meresmikan Mushola Nurjanah sekaligus buka bersama di Area Makam Syekh Imam Ahmad Wali Timbas Minak Sangjaya, tepatnya di Pinggiran Sungai Way Seputih Kp. Buyut Baru Kec. Seputih Raman Kab. Lamteng. Jum’at (14/4/23) sekira pukul 17.00 WIB.
Hadir dalam giat tersebut KH. Muhammad Assam Tori Afandi Ilyas Pengasuh Majelis Agung Sunan Katon Ponpes Darun Najah Sarikaton Punggur, Shang Sulinggih atau Pelingsir umat Hindu Bali se-Nusantara, Ida Ratu Nabe Hyang Shri Begawan Agung Siwa Rudra Ageni Natha Dhaksa, Kelurga Besar Minak Sangjaya, Forkopimcam Kec. Seputih Raman, Ketua Cabang PSHT Kab. Lamteng Hanto Wahono dan anggota PSHT, Kepala Kampung serta masyarakat sekitar.
Peresmian Mushola Nurjanah Makam Syekh Imam Ahmad Wali Timbas Minak Sangjaya ditandai dengan pemotongan pita, pembukaan Tirai Batu Prasasti Mushola Nurjanah dan pemotongan tumpeng oleh Kapolres Lampung Tengah AKBP Doffie Fahlevi Sanjaya, S.I.K., M.Si.
Kapolres dalam sambutannya mengucapkan terimakasih kepada seluruh tokoh masyarakat yang hadir pada acara peresmian Mushola Nurjanah sekaligus buka bersama di Area Makam Syekh Imam Ahmad Wali Timbas Minak Sangjaya, tepatnya di Pinggiran Sungai Way Seputih Kp. Buyut Baru Kec. Seputih Raman Kab. Lamteng.
Makam ini, kata Kapolres merupakan cagar budaya yang wajib kita lestarikan. Kemudian, dengan adanya bangunan Mushola tersebut, diharapkan dapat bermanfaat dan dapat dijadikan sebagai objek wisata religi untuk mempersatukan umat serta memuliakan para leluhur terdahulu tanpa ada perbedaan suku, agama dan ras.
“Seperti ibarat Pelangi, jika warna itu satu maka tidak akan indah. Tetapi jika warna itu beraneka ragam, maka akan indah kelihatan nya, begitu juga dengan kita, karena bagaimana pun kita tetap sama-sama warga Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),”jelasnya.
Lebih lanjut, Kapolres menjelaskan bahwa Mushola di Area Makam Syekh Imam Ahmad Wali Timbas Minak Sangjaya ini dapat terbangun berkat swadaya dari masyarakat.
“Baik dari Kapolres sendiri, kemudian bantuan dari Bupati Lampung Tengah Musa Ahmad, Tokoh agama Hindu Ida Ratu Nabe Sribegawan Siwa Rudra, Kepala Kampung, Ketua PSHT beserta seluruh para tokoh masyarakat,”ujarnya.
Pihaknya berharap, tempat ini dapat bermanfaat dan dapat dijadikan sebagai objek wisata religi sebagai objek wisata religi bagi seluruh masyarakat, untuk mempersatukan umat serta memuliakan para leluhur terdahulu tanpa memandang perbedaan suku, agama dan ras,”ungkap Kapolres.
Sementara itu, Ida Ratu Nabe Sribegawan Siwa Rudra selaku Pemuka Agama Hindu membenarkan apa yang di katakan Kapolres Lampung Tengah.
“Meski berbeda Agama, suku dan ras, tetapi kita tetap Warga Negara Indonesia. Kita harus tetap rukun, kompak dan saling menghargai serta sifat toleransi harus dikedepankan,”demikian pungkasnya. (Gs HR)

