Harian Wijaya - Aktual dan Berimbang

Lampung : Minggu-minggu ini tengah viral di Lampung jalan rusak disejumlah titik termasuk di Lampung Tengah. Bahkan tidak sedikit telah memakan korban bahkan mobil – mobil pengendara terbalik akibat jalan aspal berlubang yang berubah jadi lumpur apalagi saat musim hujan seperti saat ini.

33 Agenda Kerja Arinal-Nunik termasuk insfratruktur merupakan implementasi dari RPJMD Provinsi Lampung 2019-2024 yang mengangkat visi besar yaitu Rakyat Lampung Berjaya.

Mari kita renung sejenak, Jika melihat kalimat visi pembangunan tersebut bagi siapapun tentu akan terkesima dengan sebuah bayangan dalam fikiran bahwa rakyat Lampung Berjaya merujuk pada sebuah kondisi dimana masyarakat Lampung yang yang tinggal diseluruh desa/kelurahan pada 227 kecamatan yang ada di 15 kabupaten/kota hidup makmur dengan kondisi Kehidupan masyarakat yang aman, Masyarakat yang berbudaya, Masyarakat yang maju dan berdaya saing serta Masyarakat yang sejahtera. Kemiskinan menurun drastis, tidak ada lagi emak-emak protes karena sembako mahal, tidak ada lagi jalan rusak parah dan tidak ada lagi cerita kesusahan disana sini.

Namun Tahun 2023 ini, menjadi dasar bagi kita selaku masyarakat Lampung untuk menilai komitmen Gubernur Arinal dalam menunaikan janji kerjanya, termasuk persoalan infrastruktur.

Sebagaimana tertuang dalam RPJMD 2019-2024 ada 33 janji kerja Arinal-Nunik nampaknya bakal lebon di penghujung masa jabatan tahun 2023 ini. Tagline Lampung Berjaya yang digembar gembor sana sini hanya jadi sekedar jargon yang bertolakbelakang dengan fakta dilapangan, Dimana kondisi infrastruktur memasuki tahun 2023 ini yang jadi tanggung jawab Pemrov di Lampung Tengah dan beberapa titik dikabupaten lain adalah tamparan keras bagi Gubernur Arinal selama menjabat yang kerab sebut Lampung Berjaya.

Dalam menunaikan janji kerja ke masyarakat, Tentu setiap kepala daerah termasuk Gubernur Arinal sendiri sedari awal menjabat punya mimpi dapat mengelola dan manfaatkan APBD sebaik mungkin untuk kesejahteraan masyarakat termasuk fokus membangun dan memperbaiki ruas jalan yang jadi beban pemerintah dibeberapa titik di Lampung termasuk di Lampung Tengah dan daerah lain yang telah rusak parah. Karena membangun dan memperbaiki infrastruktur dengan dana yang bersumber dari APBD adalah suatu kebanggaan dan prestasi tersendiri bagi suatu kepala daerah.

Perjalanan panjang sejak tahun pertama menjabat, Gubernur Arinal bergegas ingin memastikan insfratruktur jalan di Lampung mulus pada masa kepemimpinannya, Mengingat puluhan ruas jalan yang jadi tanggung jawab Pemprov dengan kondisi rusak parah. Jika ini semua bisa diperbaiki tentu akan berdampak positif terhadap kepemimpinan sebagai Gubernur yang juga akan jadi citra politik baginya untuk melanggeng di Pilgub 2024 mendatang.

Tidak bisa kita pungkiri memang, Imbas Pandemi Covid-19 kemarin memang begitu terasa, Selain berdampak terhadap kesehatan dan perekonomian bangsa juga berimbas pada pembangunan diberbagai sektor termasuk di Lampung. Namun pada saat itu, Saya berkeyakinan Pemerintah Provinsi Lampung juga tidak bersembunyi dibalik situasi Pandemi Covid-19 dalam menuntaskan janji kerja ke masyarakat yang harus terus berjalan termasuk persoalan insfratruktur jalan.

Ditengah situasi itu, Selaku masyarakat kita masih berfikir positif, Mungkin dilain sisi hal tersebut yang kemudian jadi salah satu pemicu Gubernur Arinal untuk memutuskan melakukan inisiatif pengajuan dana pinjaman ke PT. Sarana Multi Insfratruktur (SMI) pada tahun 2021 lalu. Wacana peminjaman terungkap saat rapat paripurna dalam Rangka Laporan Badan Anggaran DPRD Provinsi Lampung terhadap Kebijakan Umum APBD (KUA) dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) RAPBD Provinsi Lampung Tahun 2022.

Tidak terlalu berlebihan jika kita juga menilai pada saat itu mungkin Gubernur Arinal berfikir bahwa untuk memperbaiki Infrastruktur jalan diberbagai ruas hanya bisa menggunakan dana pinjaman alias ngutang. Memang tidak ada pilihan lain, Alih-alih dapat memaksimalkan APBD apalagi bisa jemput bola ke pusat.

Selain dihadapkan dengan situasi itu, Gubernur Arinal juga ditekan oleh keadaan dimana dia harus menuntaskan 33 janji kerja ke masyarakat apalagi saat ini telah memasuki tahun terakhir masa kepemimpinannya kondisi Infrastruktur jalan disejumlah daerah termasuk di Lampung Tengah masih rusak parah, Sudah barang tentu Gubernur Arinal Kelabakan.

Namun optimisme Gubernur Arinal untuk memperbaiki 14 ruas jalan yang masih jadi beban Pemerintah Provinsi termasuk beberapa titik di Lampung Tengah sempat sirna setelah gagal ajukan utangan sebesar Rp. 569 Miliar ke PT. Sarana Multi Insfratruktur (SMI).

Gagalnya Pemerintah Provinsi Lampung ngutang ke PT. SMI terganjal oleh rekomendasi Kemendagri tentu bukan tanpa alasan, Ada pihak menuding hal itu disebabkan oleh kesembronoan Gubernur Lampung dalam mengajukan pinjaman dengan masa pinjaman yang melampaui masa jabatan, Tenor selama 5 tahun 2022-2026 dengan grace periode masa jabatan 11 bulan sementara masa jabatan beliau berakhir pada Desember 2023 mendatang.

Semangat Gubernur Arinal untuk cari utangan buat bangun jalan tak pernah padam, Meskipun gagal ngutang ke PT. SMI, Ia coba menjajaki Bank Lampung dan Bank Sumsel namun tidak juga berhasil.

Kita menilai, Upayanya ke Bank Lampung dan Bank Sumsel mungkin kalau berhasil bisa nunjukin ke Mendagri bahwa Pemprov bisa juga ngutang ditempat lain, ‘Mudakei kalau kata Lampung Abung’.

Memang, ngutang untuk ngebangun jalan juga merupakan sebuah prestasi tapi juga dapat dilakukan oleh siapapun.

Desas desus perbaikan ruas jalan dibeberapa titik di Lampung Tengah sejak tahun-tahun sebelumnya telah digembar gembor ditengah masyarakat yang dihibur dengan wacana perbaikan jalan, Namun ternyata wacana itu hanya sekedar hiburan bagi masyarakat ditengah situasi psikologis masyarakat yang sudah muak dengan kondisi jalan yang tidak kunjung diperbaiki.

Masyarakat ingin menikmati infrastruktur lebih baik pada puluhan ruas jalan yang digembar gembor sejak tahun pertama menjabat hingga baru dapat terealisasi konon akan dibangun di tahun ini ditengah kepemimpinan Arinal-Nunik tang akan habis dan menjelang Pilgub Lampung 2024 mendatang.

Pada akhirnya, Wacana perbaikan insfratruktur jalan sejak tahun 2021 lalu terhambat oleh Pemimpin Lampung itu sendiri yang tadinya berharap bisa mengandalkan dan menggunakan dana utangan tapi gagal. Kini, Mau tidak mau-mau insfratruktur jalan harus dibangun dan diperbaiki dengan mengoptimalkan APBD tahun 2023, Simalaka bagi Gubernur Lampung yang keteteran dipenghujung masa jabatan. Sebab jika menggunakan dana APDB seharusnya mungkin sudah terealisasi dari tahun-tahun lalu. Membangun infrastruktur ruas jalan diujung masa pemerintahan syarat akan nuansa politis, Tak dapat dipungkiri hati akan bicara lain diluar ketulusan membangun untuk masyarakat juga jadi citra politik untuk kepentingan tahun 2024. Bagaimana tidak, ‘Ngapain nemmen nyari utangan jika APBD saja bisa bisa dilakukan, Aturan bisa diperbaiki dari tahun kemarin.’

Rosim Nyerupa, S.IP

Tokoh Muda Lampung Tengah – Ketua Serikat Mahasiswa dan Pemuda Lampung (SIMPUL)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *