
Bndar Lampung – Bustami Hadi Ketua LSM Lesper Lampung Tengah menjalani pemeriksaan di Markas Polda Lampung, Kamis, 20 Maret 2025. Pemeriksaan dimulai pada pukul 10.00 WIB dan menjadi sorotan publik terkait dugaan pelanggaran yang berkaitan dengan Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE) serta kasus pencemaran nama baik.
Pemeriksaan ini terjadi setelah adanya laporan resmi yang dilayangkan oleh I Ketut Sugede Ketua APDESI Lampung Tengah. Sugede merasa dirugikan terkait postingan tentang dirinya di akun tiktok atasnama LSM Lesper milik Bustami Hadi selaku Ketua.
“Saya merasa dirugikan atas postingan terkait saya di Tiktok miliknya. Sudah puas saya menahan sabar, Saya mana pernah ganggu dia. Makanya saya laporan, Laporan tersebut mengarah pada dugaan pelanggaran terhadap aturan dalam UU ITE, yang mengatur tentang penyebaran informasi yang tidak benar atau merugikan pihak lain melalui media elektronik. Selain itu, laporan tersebut juga mencakup dugaan pencemaran nama baik yang dapat merusak reputasi seseorang di hadapan publik.” Kata Ketua Abdesi Lampung Tengah itu.
Sosok Bustami Hadi tidak hanya sekali ini berurusan dengan kepolisian, Dirinya pernah terjerat hukum bahkan sempat ditahan di Mapolres Lampung Tengah atas laporan dugaan pengancaman terhadap salah satu Kepala Dinas di kabupaten Lampung Tengah namun berujung damai.
Pemeriksaan Bustami Hadi oleh Polda Lampung saat ini menjadi perhatian banyak pihak, karena berkaitan dengan isu hukum yang lebih serius, seperti pelanggaran UU ITE dan pencemaran nama baik.
Menurut sumber yang dapat dipercaya, proses hukum ini semakin memanas dan mendapat perhatian publik, mengingat pentingnya penegakan hukum dalam menghadapi penyebaran informasi yang tidak tepat dan dapat merugikan individu atau organisasi tertentu. Selama ini, banyak pihak menyoroti bagaimana penggunaan media elektronik dapat dengan mudah menimbulkan konflik antar individu atau kelompok jika tidak diatur dengan ketat.
Pemeriksaan yang dilakukan di Polda Lampung ini masih berlangsung, dan hingga kini belum ada keterangan lebih lanjut terkait perkembangan penyelidikan atau langkah-langkah yang akan diambil selanjutnya. Meskipun begitu, publik diminta untuk tetap mengikuti perkembangan kasus ini melalui saluran-saluran informasi yang sah dan tepercaya.
Langkah hukum yang diambil menunjukkan pentingnya kesadaran akan dampak negatif dari penyebaran informasi yang tidak tepat di dunia maya. Hal ini juga mempertegas bahwa siapapun yang melanggar hukum terkait ITE dan pencemaran nama baik harus siap mempertanggungjawabkan tindakannya sesuai dengan ketentuan yang berlaku.
Penyelidikan lebih lanjut terkait kasus ini diharapkan dapat memberikan kejelasan dan memastikan bahwa proses hukum berjalan sesuai dengan prinsip keadilan bagi semua pihak yang terlibat.
