
METRO – Guna mencegah terjadinya aksi tawuran antar pelajar, Kejaksaan Negeri (Kejari) Kota Metro mendatangi sejumlah sekolah di Bumi Sai Wawai. Jaksa memberikan sosialisasi dan pemahaman tentang bahaya kenakalan pelajar tersebut.
Kepala Kejari Metro, Nurvita Kusumawardani melalui Kasi Intelijen, Debi Resta Yudha mengungkapkan bahwa hingga kini telah terdapat 3 sekolah yang didatangi korps Adhyaksa.
“Jaksa masuk sekolah ini merupakan program yang rutin kami laksanakan. Ini sebagai upaya pencegahan munculnya aksi tawuran antar pelajar di Kota Metro,” kata dia kepada media, Senin (4/3/2024).
“Sampai hari ini sudah 3 sekolah yang kami lakukan sosialisasi, pertama di SMPN 1 Metro, SMKN 2 dan SMKN 3. Sisanya 2 sekolah lagi di SMA Negeri 5 dan MAN,” imbuhnya.
Pria yang akrab disapa Yudha tersebut menyampaikan, selain sosialisasi bahaya tawuran antar pelajar, pihaknya juga mensosialisasikan bahaya kenakalan pelajar dan aksi bullying di lingkungan sekolah.
“Ini juga sebagai sarana bagi kami mensosialisasikan bahayanya bullying dan kenakalan remaja di sekolah. Jangan sampai aksi kenakalan pelajar tersebut terus berlangsung dan menjadi tradisi yang buruk di sekolah tertentu,” terangnya.
Tak hanya itu, upaya pencegahan tersebut juga sebagai langkah konkret Kejari Metro untuk mengedukasi pelajar agar lebih berfokus pada peningkatan prestasi pendidikan.
“Yang jelas karena kenakalan remaja ini marak sekali di dunia pendidikan, sehingga kami merasa perlu terlibat dalam upaya pencegahan serta membekali pengetahuan pelajar tentang hukum,” ucapnya.
Ia mengaku bahwa Kejari Metro telah menargetkan sebanyak 5 sekolah yang akan disasar dalam sebulan. Materi Jaksa masuk sekolah terdiri atas sosialisasi hukum dan pencegahan bullying.
“Targetnya satu bulan itu 5 sekolah akan kami datangi, dari tingkat SMP hingga SMA sederajat. Ini adalah upaya kita untuk melakukan pencegahan,” tandasnya.
Diketahui, kenakalan pelajar merupakan wujud dari konflik yang tidak terselesaikan dengan baik pada masa kanak-kanak maupun pada saat remaja.
Kenakalan pelajar adalah pelampiasan masalah yang dihadapi oleh kalangan remaja yang tindakannya menyimpang.
Penyebabnya didominasi oleh Krisis Identitas. Dengan perubahan fisik dan psikologis remaja pelajar cenderung tidak mengetahui jati diri mereka.
Ketidakmampuan pelajar dalam mengenali dirinya mendorong mereka untuk melakukan segala hal yang mereka belum mereka rasakan dan ketahui.
Kasus–kasus kenakalan pelajar yang marak terjadi antara lain tawuran, membolos sekolah, pencurian, balap liar, pergaulan bebas,narkoba serta bullying. (Red)
